Teliti Motif Diaspora Madura di Malaysia, Mahasiswa FH UMM Lolos Pendanaan PKM Dikti

Malang (4/8) – Mahasiswa FH UMM, Indah Permata Sari (2023-150), berhasil menjadi bagian dari 24 proposal PKM UMM yang didanai oleh DIkti. Indah tergabung dalam kelompok beranggotakan lintas prodi yang membahas peran diaspora warga Madura di negeri jiran, Malaysia. “Ya kami ini anak rantau. Kami tertarik untuk melihat bagaimana peran diaspora Madura di Malaysia dalam menyumbang devisa bagi negara.” Ungkap Indah Atas ide tersebut, Indah dan kolega berhasil meriah pendanaan dalam Program Kerativitas Mahasiswa kategori Riset Sosial Humaniora atau PKM-RSH. Kegiatan penelitian Indha dan tim bisa dipantau melalui akun Instagram @maduremigrationstory. “Nantinya tim Indah akan mengikuti serangkaian pendmapingan dari UMM. Misalnya setiap 2 pekan sekali kami adakan monev dan presentasi. Lalu setiap hari Jum;at oleh Dikti mereka diminta up kegiatan dan progress di medsos melalui fitur ads.” Beber Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., salah satu tim pendamping PKM UMM, yang juga merupakan dosen FH UMM Dalam ajang PKM tahun ini, UMM berhasil masuk dalam daftar elit 10 besar kampus nasional penerima pendanaan PKM. (saf/hum)
Bertemu Wali Maba, FH UMM Titipkan Pesan Berharga

Malang (1/8) – Para orang tua/wali mahasiswa baru UMM diundang untuk menghadiri silaturahmi dengan segenap struktural UMM. Agenda berlangsung di UMM Dome, dan dilanjutkan dengan di Fakultas masing-masing. “Alhamdulillah di gelombang satu ini, sudah registrasi sebanyak 394 mahasiswa baru dari 500an mahasiswa yang diterima. Kami berpesan, semoga para orang tua/wali berkenan mendampingi proses belajar ananda, memberikan support, mendukung hal hal yang baik dalam tumbuh kembang ananda.” Ungkap Dr. Bayu Dwi Widdy Jatmiko, Wakil Dekan I FH UMM Tantangna disrupsi di era digital, menjadi peluang sekaligus opsi menarik bagi FH UMM, terutaam dalam menyiapkan perangkat pembelajaran digital bagi mahasiswa baru. Kolaborasi pemanfaatn media pembelajaran digital , diharapkan bisa mempercepat proses belajar, sekaligus mendukung program UMM Pasti (saf/hum)
INCLAR ke-6 FH UMM Soroti Isu Kemanusiaan Global

Malang (25/7) – Krisis golbal telah menyandera aspek kemanusiaan, seperti kelaparan berkepanjangan di Gaza, konflik perbatasan di Thailand dan Kamboja serta beragam isu terkini lainnya. Guna merespon isu hukum kemanusiaan global tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Conference on Law Reform (INCLAR) 2025 yang ke-6 pada 21-22 Juli lalu. Ajang tahunan yang bertema ‘Hukum, Konflik, dan Kemanusiaan: Menuju Keadilan yang Berkelanjutan dan Masyarakat yang Tangguh’ menghadirkan pembicara ahli dari berbagai institusi luar negeri, seperti Amerika Serikat, Skotlandia, hingga Malaysia. Hadir sebagai keynote spekaer, Indra Rosandry Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI menyoroti isu tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari konflik bernsenjata, keamanan siber, hingga perubahan iklim yang menjadi topik utama dalam konferensi ini. Ia juga membahas pentingnya hukum internasional sebagai pondasi perlindungan hak asasi manusia, khususnya dalam situasi konflik perang di Gaza. Selain itu, ia juga menggarisbawahi peran pendidikan, akademisi, dan negara dalam membentuk kebijakan hukum yang responsive dan berkelanjutan. Lebih dari itu, dalam forum diskusi ini menghadirkan presentasi urgensi nilai-nilai terhadap isu hukum global dari berbagai susut pandang para ahli baik praktisi maupun akademisi. Lebih lanjut, Indra percaya salah satu output dari agenda ini adalah para peserta mampu mengidentifikasi perkembangan terbaru serta keberlanjutan periode hukum internasional terkait perlindungan anak di era kontemporer. Selain itu, juga mampu merumuskan berbagai solusi untuk memanfaatkan peluang yang ada guna mendukung pengembangan hukum internasional yang lebih baik. Harapannya, langkah ini dapat menumbuhkan sistem keadilan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Hilaire Tegnan, Ph.D. Project Assistant Center Of Legal & Court Technology, William & Mary Law School, Amerika Serikat membahas mengenai tantangan penyatuan hukum di negara berkembang: dari pluralisme hukum menuju sinkretisme hukum di Indonesia. Ia menyampaikan, pluralisme hukum memiliki sejumlah kelebihan yang berkontribusi positif terhadap kehidupan bermasyarakat. Di antaranya adalah mendorong kerja sama antar sistem hukum, serta mendukung proses desentralisasi yang memberikan keleluasaan daerah untuk mengatur kepentingannya. “Namun, pluralitas juga justru memicu kerancuan dalam pelaksanaan hukum dan prediktabilitas menjadi kelemahan utama. Kondisi ini dapat mempersulit penegakan keadilan, karena masyarakat cenderung bingung dalam menentukan hukum mana yang berlaku,” katanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan harmonisasi regulasi agar pluralisme hukum dapat berjalan seimbang, memberikan manfaat, dan meminimalkan potensi konflik. Untuk itu, menurut Tegnan, sinkretisme hukum menjadi solusi melihat keberanekaragaman agama, adat istiadat, suku, dan ras menjadi bagian indah dari Indonesia. Ia mengagumi dan terinspirasi dari semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai prinsip kuat dan berdaya lebih besar untuk mempersatu perbedaan. “Sinkretisme hukum tidak dapat hanya melihat bagaimana sistem kelompok mayoritas saja, kita dapat mencoba memahami sistem hukum, tetapi bukan dengan pendekatan top-down,” ungkapnya. Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyampaikan rasa hormat atas kehadiran para tamu dan peserta dalam konferensi internasional. Nazar juga menyoroti pentingnya peran hukum di tengah konflik global seperti perang di Ukraina dan Palestina, yang tidak hanya menjadi masalah politik tetapi juga tragedi kemanusiaan. Konferensi ini, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk mencari jawaban tentang bagaimana hukum dapat melindungi martabat manusia, mendukung hak korban, dan mewujudkan keadilan yang berpihak pada kemanusiaan. “Melalui forum ini, UMM terus berkomitmen bahwa pendidikan tak hnya sekedar transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan tanggung jawab sosial bagi para mahasiswa dan anak-anak muda Indonesia,” tegasnya. Lebih lanjut, Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum juga menyoroti urgensi forum akademik untuk memberikan solusi terbaik atas segala permasalahan bangsa, baik di kancah regional maupun internasional. “INCLAR yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ke-6 di tahun ini, rutin memberikan sumbangsih keilmuan. Kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada para narasumber, peserta dan co-host acara ini, sebab kontribusi keilmuan kita diharapkan segera bisa mengatasi krisis kemanusiaan dunia.” Pungkasnya. (wil/saf)
Jembatani DUDI dengan Kampus, CoE FH UMM Siapkan FreshGrad Berkualitas

Malang (22/7) – Lokakarya CoE Sekolah Asisten Advokat Batch IV FH UMM telah dihelat, Sabtu, (19/7) lalu. Sebanyak 18 kelompok dari beragam institusi mitra DUDI di Malang Raya, turut hadir untuk menyaksikan hasil kinerja mahasiswa CoE dalam 1 semster terakhir. Bertempat di Aula GKB IV Lt. 9 UMM, para peserta mulai memperesentasikan kasus yang sudah mereka tangani selama beberapa bulan terakhr. Para presentator dinilai oleh 3 dewan juri yang kompeten di bidangnya. “Melalui CoE Sekolah Asisten Advokat ini, kami mencoba menjmebatani kebutuhan DUDI untuk mendapatkan fresh graduate berkualitas di bidangnya. CoE ini emmangkas waktu belajar mahasiswa menjadi lebih singkat, namun tetap mendapatkan substansi dan kompetensi yang mumpuni.” Ungkap Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH., Steering Committee CoE Sekolah Asisten Advokat FH UMM. Dalam agenda lokakarya tersebut, diperoleh juara 1, 2 dan 3 hasil penilaian dari para juri. DPL dan DPM yang turut hadir juga memberikan penilaian, sebagai bentuk tanggungjawab pembimbingan akademik bagai mahasiswa peserta CoE. Sebagaimana diketahui, CoE FH UMM ini merupakan satu diantara puluhan CoE di UMM yang masih konsisten dan eksis menghasilkan program dan lulusan berkualitas, dengan menyongsong dan merealisasikan program UMM Pasti. (saf/hum)
Dosen FH UMM Raih Gelar Doktor Sebab Usulkan Norma Bebas Perbuatan Tercela Sebagai Syarat Calon ANggota Legislatif

Malang (16/7) – Norma perbuatan tercela menjadi fokus kajian Bayu Dwi Widdy Jatmiko, SH., M.Hum. Idenya memasukkan syarat bebas perbuatan tercela bagi calon anggota legislatif, mendapatkan apresiasi para penguji, Senin (14/7) lalu. Bertempat di Auditorium Lt. 6 Gd A FH UB, bayu mempertahankan disertasinya dan berhak lulus dengan menyandnag gelar Doktor. Bayu, yang juga merupakan Wakil Dekan 1 FH UMM Bidang Akademik, memaparkan urgensi memasukkan norma tersebut dalam regulasi mengenai pemilu. “Kita butuh wakil rakyat yang benar-benar mewakili entitas masyarakat Indonesia, yang baik, jujur, berintegritas dan dengan segala sifat baiknya. Maka syarat bebas dari perbuatan tercela seyogianya dimasukkan dalam rumusan berkas pendafataran calon anggota legislatif kita.” Ungkap Bayu Meskipun demikian, rumusan terhadap norma tersebut oleh majelsi penguji, diminta untuk tidak terlalu kaku. “Sebab promovendus juga tau, kita ini tidak ada yang terbebas dari dosa. Semua manusia pasti pernah melakukan perbuatan dosa.” Ujar Prof. Dr. Rachmad Syafaat, S.H., M.Si., Promotor Bayu DJ. Sidang Ujian DIsertasi Terbuka Bayu berlangsung khidmat. Menjelang pukul 11.00 WIB, sidang berakhri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. (saf/hum)
Dua Mahasiswa FH UMM Raih Juara di Prorpov Jatim 2025

Malang (10/7) – Dua mahasiswa FH UMM turut menjadi juara dalam gelaran Pekan Olahraga Provisnis atau Porprov Jatim 2025. Mereka adalah Nabila Azahra dan Reza Athalla Mulya. Keduanya menyumbangkan medali emas dan perak untuk kontingen Kota Malang dan Kabupaten Malang. “Saya mulai menekuni Jiujitsu sejak usia 6 tahun. Keluarga memang mendukung. Dan Alhamdulillah di Proprov ini dapat emas.” Ungkap Nabila yang merupakan mahasiswi FH UMM angkatan 2024 Selain Nabila, FH UMM juga memiliki Reza yang memperoleh medali Perak untuk cabang E-Sport. Medali itu ia persembahkan untuk kontingen Kabupaten Malang dan almamater tercinta, UMM. Helatan Proprov Jatim 2025 kali ini berlangsung cukup semarak. Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu dipadati ribuan atlet dari seluruh wilayah Jawa Timur. Mayoritas, atlet tersebut merupakan mahasiswa, sebagai wujud kaderisasi dan pembinaan olahraga di usia muda. (saf/hum)
368 Mahasiswa FH UMM Selesaikan Magang di 89 Instansi

Malang (7/7) – Hari ini, adalah jadwal penjemputan sebanyak 368 mahasiswa FH UMM yang melaksanakan magang mandiri di 89 instansi yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Magang tersebut juga melibatkan sekitar 178 DPL dan DPM magang yang merupakan perwakilan instansi magang dan dosen FH UMM. Magang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa FH UMM. Selain menempuh magang mandiri, mahasiswa juga bisa ikut beberapa skema magang, misalnya magang CoE, magang bakti atau magang yang diselenggarakan oleh pemerintah, misal PMMB dan sejenisnya. “Alhamdulillah saya sudah menjemput mahasiswa saya dari LBH Rumah Keadilan. Satu lagi di Pemkab Malang. Mereka mendapatkan ilmu praktis, sebagai wujud implementasi konsep dan teori yang sudah mereka peroleh di kelas.” Ungkap Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH, salah satu DPM Magang.
Dosen FH UMM Terima Tawaran Jadi Research Fellow di Malaysia

Malang – Dosen FH UMM, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH, menerima tawaran menjadi research fellow di salah satu kampus di Malaysia, yaitu Universiti Sultan Zainal Abidin. Kampus yang terletak di negara bagian Kuala Terengganu tersebut menawarkan skema riset selama setahun, terhitung 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. “Ya Alhamdulillah dapat kesmepatan riset internasional. Nantinya saya akan berpartner dengan Datin Dr. Norhasliza Gapha.” Ungkap Fatih Pria berusia 33 tahun tersebut akan membahas studi komparasi antara Indoensia dan Malaysia. Targetnya, akan ada beberapa luaran publikasi ilmiah dari program tersebut. (saf/hum)
Yudisium Periode 2 Tahun 2025 Luluskan 77 Mahasiswa Siap Berkontribusi untuk Negeri

Malang (24/6) – Yudisium Periode 2 Tahun 2025 awal Juni ini berhaisl meluluskan 77 orang dengan menyandnag gelar Alumni. Para lulusan di kukuhkan di Aula GKB IV Lt. 9 sisi Barat. “Perjuangan belum berakhir, negara ini butuh kontribusi besar dari para lulusan.” Ungkap Bayu Dwiwiddy Jatmiko, MH, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FH UMM Serangkaian prosesi yudisium berlangsung khidmat dan lancar
FH UMM Kukuhkan Sebagai Jagoan Debat dengan Boyong Juara di Lomba Debat Nasional

Malang (23/6) – FH UMM kukuhkan diri sebagai jagoan debat dengan meraih banyak prestasi di ajang debat nasional. Serangkaian lomba tersebut berhasil dimenangkan oleh Tim FH UMM hanya dalam waktu bulan Mei-Juni 2025. Tercatat, tim debat FH UMM berjaya di beberapa event sekaligus, seperti: Juara 1 Lomba KDLK 2025 Juara 2 Lomba Debat Scienta Clash 2025 Best Speaker Scienta Clash 2025 Juara 3 Sharia National Debate Championship 2025 Juara Harapan 1 CDC Undiknas 2025 Juara 2 UNPAM Law Fest 2025