Pertama di Indonesia FH UMM Ciptakan Aplikasi SIMUCourt untuk Pembelajaran Persidangan Daring

Malang (22/6) – Laboratorium Hukum FH UMM untuk kedua kalinya meluncurkan platform pembelajaran digital hukum. Kali ini, telah hadir SIMU COURT yang merupakan karya internal Lab Hukum FH UMM. SIMU COURT dirancang untuk mendukung pembelajaran praktikum Hukum Acara Perdata secara lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bertempat di Aula GKB IV Lt. 9, (28/5), SIMU COURT dilaunching dan diresmikan secara langsung oleh Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik dan Dekan FH UMM, Prof. Tongat. Hadir pula perwakilan dari PERADI dan beberapa kantor hukum di Malang Raya, serta tak lupa elemen mahasiswa, baik BEM maupun Senat Fakultas. “SIMU-COURT ini merupakan jawaban akan kebutuhan di era digital, yang semoga menjadikan FH UMM dan UMM pada umumnya, semakin menebar manfaat, menjadi #KampusBerdampak dan dikenal oleh masyarakat luas akan kontribusinya.” Ungkap Nazaruddin dalam sambutannya, SIMU COURT merupakan hasil pengembangan Laboratorium Hukum FH UMM, yang menghadirkan simulasi e-Court layaknya di Pengadilan Negeri. Mahasiswa dapat mengakses platform ini melalui HP maupun laptop, dan merasakan pengalaman praktikum yang lebih nyata, modern, dan profesional. SIMU COURT hadir melengkapi platform digital praktikum hukum yang telah digunalan oleh Laboratorium Hukum, yang sebelumnya telah menghadirkan Metavers Ruang Sidang MK/PN Virtual. SimuCourt dirancang khusus sebagai upaya transformasi digital dalam praktik persidangan perdata yang semula dilaksanakan secara tatap muka beralih metode pelaksanaan menjadi secara online melalui website/aplikasi. (lab/saf/hum)
Dosen FH UMM Mengajar di Luar Negeri dengan Modal Doa Orang Tua

Malang (21/6) – Dosen FH UMM, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., menjadi topik pemberitaan harian Radar Malang. Kisahnya dalam berbagi ilmu hukum di Estonia, Portugal, Malaysia dan Uzbekistan, menarik minat Andika, wartawan Radar Malang untuk mewawancarainya. Berikut cuplikan kisahnya, Cuaca di Uzbekistan cukup bersahabat pada bulan Februari lalu. Suhu di luar ruangan saat itu berkisar 10 derajat Celsius. Tidak ada salju yang biasanya menyelimuti Tashkent State University of Law (TSUL). Itu adalah salah satu kampus tertua di Uzbekistan. Fatih, mengajar di TSUL pada akhir bulan Februari lalu. Sebelumnya, di awal Desmeber 2024, Fatih mengajar di FUHA, Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia. 2 bulan sebelumnya, melalui program Teaching Mobility Erasmus+, Fatih berbagi di Portugal, tepatnya di Universidade do Minho, kampus Braga. Perjalanan Fatih mengembara sebenanrnya dimulai di awal tahun 2023 silam. Saat itu, sebuah program DDA Bootcamp di Estonia, mempertemukan Fatih dengan banyak rekan dan kolega dari seluruh penjuru dunia. Saat itu, Fatih bercerita tentang Demokrasi di Indonesia. Kiprah Fatih melanglangbuana, hanya bermodal doa dari orang tua. Fatih yang tak pernah menimba ilmu di luar negeri, memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman. “Saya ini wong ndeso, asal dari Gresik. Ibu Petani, Bapak petambak. Belajar dari Tk sampai tamat S3 di dalam negeri semua. Bahasa Inggris belepotan, tapi Alhamdulillah berkat do’a emak (ibu-red), saya bisa.” Pungkas Fatih