Malang (21/6) – Dosen FH UMM, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., menjadi topik pemberitaan harian Radar Malang. Kisahnya dalam berbagi ilmu hukum di Estonia, Portugal, Malaysia dan Uzbekistan, menarik minat Andika, wartawan Radar Malang untuk mewawancarainya. Berikut cuplikan kisahnya,
Cuaca di Uzbekistan cukup bersahabat pada bulan Februari lalu. Suhu di luar ruangan saat itu berkisar 10 derajat Celsius. Tidak ada salju yang biasanya menyelimuti Tashkent State University of Law (TSUL). Itu adalah salah satu kampus tertua di Uzbekistan.
Fatih, mengajar di TSUL pada akhir bulan Februari lalu. Sebelumnya, di awal Desmeber 2024, Fatih mengajar di FUHA, Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia. 2 bulan sebelumnya, melalui program Teaching Mobility Erasmus+, Fatih berbagi di Portugal, tepatnya di Universidade do Minho, kampus Braga.
Perjalanan Fatih mengembara sebenanrnya dimulai di awal tahun 2023 silam. Saat itu, sebuah program DDA Bootcamp di Estonia, mempertemukan Fatih dengan banyak rekan dan kolega dari seluruh penjuru dunia. Saat itu, Fatih bercerita tentang Demokrasi di Indonesia.
Kiprah Fatih melanglangbuana, hanya bermodal doa dari orang tua. Fatih yang tak pernah menimba ilmu di luar negeri, memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman.
“Saya ini wong ndeso, asal dari Gresik. Ibu Petani, Bapak petambak. Belajar dari Tk sampai tamat S3 di dalam negeri semua. Bahasa Inggris belepotan, tapi Alhamdulillah berkat do’a emak (ibu-red), saya bisa.” Pungkas Fatih