FH UMM Kembali Berprestasi, Dua Mahasiswa Sabet Beasiswa Bakti BCA 2026

Malang___ Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Bani Idam Maulana dan Irman, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Beasiswa Bakti BCA Tahun 2026, sebuah program prestisius yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi dengan rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang unggul. Capaian ini menjadi indikator kuat kualitas sumber daya mahasiswa FH UMM yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di kancah nasional. Bani Idam Maulana dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi, sementara Irman menunjukkan konsistensi dalam prestasi akademik serta keterlibatan dalam pengembangan kapasitas diri. Program Beasiswa Bakti BCA sendiri merupakan salah satu bentuk kontribusi sektor perbankan dalam mendukung pendidikan tinggi di Indonesia. Seleksi yang ketat, meliputi aspek akademik, kepemimpinan, serta kontribusi sosial, menjadikan penerima beasiswa ini sebagai representasi generasi muda unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa. Pihak Fakultas Hukum UMM menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan diraihnya penghargaan ini, FH UMM kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang konsisten melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. (*TS*)

Mahasiswa FH UMM Raih Prestasi Internasional, Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026

MALANG,— Kabar membanggakan datang dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu mahasiswanya, Muhammad Ezy Maulana, berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) tahun 2026. Ezy merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UMM angkatan 2025. Pencapaiannya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa hukum tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di ranah teknologi dan inovasi digital. Program Google Student Ambassador dikenal sebagai ajang bergengsi yang menjaring mahasiswa berprestasi dari berbagai negara untuk menjadi perpanjangan tangan Google dalam mengembangkan ekosistem teknologi, edukasi digital, serta komunitas inovatif di lingkungan kampus. Dalam perannya sebagai GSA 2026, Ezy diharapkan mampu menjadi penggerak literasi digital, memperluas pemanfaatan teknologi, serta membangun jejaring kolaborasi di kalangan mahasiswa. Ia juga akan terlibat dalam berbagai program pelatihan, workshop, hingga pengembangan komunitas berbasis teknologi. Pihak Fakultas Hukum UMM menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi ini dinilai tidak hanya mengharumkan nama pribadi mahasiswa, tetapi juga membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional. “Ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum UMM memiliki daya saing global dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan dalam rilis fakultas. Keberhasilan Ezy diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak terbatas pada bidang studi, melainkan juga dalam kompetensi lintas disiplin yang relevan dengan kebutuhan masa depan.  

Versi MeasuresHE Dosen FH UMM Masuk dalam 100 Akademisi Terbaik Dunia

Malang (1/4) – Sholahuddin Al-Fatih, dosen dan peneliti FH UMM, berhasil dinobatkan sebagai salah satu dari 100 akademisi terbaik dunia dalam kategori Ilmu Sosial oleh measuresHE. Pemeringkatan global bergengsi ini tidak lagi menggunakan metrik berbasis volume tradisional, melainkan berfokus pada identifikasi Jangkar Intelektual, para peneliti yang karyanya menjadi fondasi penting bagi bidang akademis masing-masing. Penghargaan ini menegaskan peran Fatih dalam memacu diskursus yang bermakna dan membentuk masa depan riset ilmu sosial. Proses seleksi yang dilakukan oleh measuresHE dikenal karena metodologinya yang ketat dan canggih. Faktor-faktor utama penilaian meliputi; Research Gravitas, sebuah analisis jaringan yang mengidentifikasi pemimpin intelektual sejati, serta Olympic Mean, yang mengesampingkan pencapaian kebetulan (outliers) demi mengungkap kualitas riset yang konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, pemeringkatan ini menerapkan Interaction Credit untuk memberi penghargaan pada kolaborasi substantif, guna memastikan bahwa apresiasi ini mencerminkan kontribusi individu yang nyata dan integritas akademik. Menanggapi pencapaian ini, Fatih menekankan pentingnya kualitas daripada kuantitas dalam dunia akademik modern. “Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi,” ujarnya. Sebagai penulis dan peneliti, Fatih tetap berkomitmen untuk memajukan hukum, serta menjembatani celah antara kerangka teoretis dan solusi praktis di tingkat global. Pencapaian ini tentu menjadi modal berharga, baik bagi Fatih maupun institusi, untuk semakin melebarkan kiprahnya di tingkat global (saf/gemini)

7th International Conference on Law Reform

🌍 *CALL FOR PAPERS – 7th INCLAR (International Conference on Law Reform)* Apakah bencana alam di Sumatera dan Aceh tahun lalu karena ulah manusia? Apakah pasal 33 UUD NRI perlu di amendemen? Apakah lingkungan merupakan subyek hukum? Atau, sudahkah Green Constitution di adopsi oleh Indonesia? Sederet pertanyaan tersebut berkecamuk, memberi ide baru yang menjadi peluang sekaligus tantangan yang akan coba dijawab oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai institusi dengan duduk bersama di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dalam agenda; 7th INCLAR – International Conference on Law Reform yang mengambil tema besar: *“Reordering Law for Ecological Justice and Sustainable Development in the Age of Global Environmental Crisis.”* Konferensi ini menjadi ruang dialog ilmiah untuk membahas berbagai isu penting seperti: ⚖️ Reformasi hukum lingkungan 🌱 Keadilan ekologis dan HAM 🌏 Perubahan iklim dan tanggung jawab global 🏛 Tata kelola pemerintahan berkelanjutan 📜 Hukum bisnis dan ekonomi berkelanjutan 📅 21–23 Juli 2026 📍 Rayz Hotel UMM, Malang – Indonesia Keynote speaker: 👨🏻‍🎓 Prof. Hikmahanto Juwana, SH., L.LM, P.hD Para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti Academic Writing workshop langsung desk to desk dengan Editor 10 Jurnal Hukum Terindeks Scopus yang menjadi luaran publikasi dari konferensi ini. Itu saja? Mana cukup! Registration fee juga sudah termasuk menginap 3 hari 2 malam di Hotel *4, UMM Rayz Hotel, Welcoming Gala Dinner dan Exclusive Souvenir khas INCLAR 📌 Submit abstrak dan paper Anda sekarang! https://s.id/RegistrationFormINCLAR7 #INCLAR2026 #CallForPapers #LawConference #LegalScholar #LegalResearch #EnvironmentalLaw #ClimateJustice #EcologicalJustice #SustainableLaw #AcademicLife #LegalAcademia #ScopusJournal #PublishYourResearch #FakultasHukum #UMM #Malang #LawStudents #LegalCommunity

Soroti Peran Istri Selama Ramadhan, Kajian Ahad Pagi Spill Pahala Bagi Istri

Malang (16/3) – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan Ahad Pagi yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Ahad pagi selama bulan Ramadan, dimulai pukul 05.15 WIB hingga selesai, pada hari ahad kemarin (15/3), dengan tujuan memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mempererat silaturahmi civitas akademika. Pada kajian kali ini, hadir sebagai narasumber I’anatut Thoifah, M.Pd.I, yang menyampaikan materi bertema “Peran Istri di Bulan Ramadan.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan bagi setiap anggota keluarga untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam membangun keluarga yang sakinah. I’anatut Thoifah menekankan bahwa seorang istri memiliki peran penting dalam menciptakan suasana Ramadan yang penuh keberkahan di dalam keluarga. Menurutnya, istri tidak hanya berperan dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak dalam membangun atmosfer spiritual di rumah, seperti mengajak anggota keluarga untuk memperbanyak ibadah, menjaga keharmonisan, serta menanamkan nilai-nilai kesabaran dan keikhlasan selama menjalankan ibadah puasa. Ia juga menambahkan bahwa Ramadan dapat menjadi momentum bagi para istri untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Dengan menjalankan peran secara seimbang antara tanggung jawab keluarga dan peningkatan ibadah, seorang istri dapat menjadi teladan yang baik bagi anggota keluarga lainnya. Kegiatan kajian ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum yang bergabung melalui Zoom. Meskipun dilaksanakan secara daring pada waktu yang sangat pagi, antusiasme peserta tetap tinggi. Hal ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk memperdalam pemahaman keislaman selama bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan Kajian Ramadan Ahad Pagi ini, FH UMM berharap dapat terus menghadirkan ruang pembelajaran dan refleksi spiritual bagi seluruh civitas akademika. Selain menjadi sarana menambah ilmu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. (saf/hum/chatgpt)

Usaha Aman, Pasar Luas: UMM Bekali UMK Pakukerto Legalitas dan Digital Marketing

Pasuruan – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Desa Pakukerto, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini berfokus pada penguatan legalitas usaha dan peningkatan kapasitas digital marketing sebagai strategi mendorong UMK naik kelas. Program pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan tim dosen lintas disiplin, yakni bidang hukum dan teknik informatika, serta partisipasi mahasiswa. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pendampingan terpadu yang menyentuh aspek legal dan teknologi secara bersamaan. Ketua tim pengabdian, Yaris Adhial Fajrin, S.H., M.H menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMK yang menjalankan usaha secara konvensional tanpa legalitas yang memadai dan belum memanfaatkan platform digital secara optimal. “Legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), SPP-IRT untuk usaha pangan, serta perlindungan merek merupakan fondasi penting agar usaha lebih aman dan memiliki arah pengembangan jangka panjang,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pengurusan NIB, pengenalan SPP-IRT, serta pemahaman dasar pendaftaran merek dagang. Pada aspek digital, tim memberikan pendampingan pembuatan akun bisnis digital, marketplace store, serta penyusunan katalog produk secara profesional. Pendekatan yang digunakan adalah berbasis partisipatif dengan model Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki masyarakat. Melalui praktik langsung dan pendampingan bertahap, pelaku UMK tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya akun bisnis digital yang aktif serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap pentingnya legalitas usaha. Dengan bekal tersebut, diharapkan UMK Desa Pakukerto mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing di era digital. Melalui program ini, UMM terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang hadir dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Bisnis Aman Dimulai dari Kontrak: Pendampingan untuk Generasi Entrepreneur

Malang – Kesadaran akan pentingnya kepastian hukum dalam berbisnis menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang melalui program pendampingan penyusunan kontrak bisnis sederhana bagi generasi entrepreneur. Kegiatan ini menyasar pelaku usaha muda yang selama ini masih mengandalkan kesepakatan lisan dalam menjalankan kerja sama usaha. Program pendampingan dilaksanakan di bulan Januari 2026 secara langsung di lokasi usaha mitra dan diikuti oleh delapan pelaku usaha mikro dan kecil dengan latar belakang bisnis yang beragam. Berdasarkan hasil asesmen awal, sebagian besar peserta belum pernah menggunakan perjanjian tertulis sebagai dasar kerja sama dengan pemasok, mitra usaha, maupun pemilik tempat usaha. Ketua tim pengabdi, Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H.,M.Kn menjelaskan bahwa praktik kesepakatan lisan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, seperti keterlambatan pembayaran, perubahan kesepakatan sepihak, hingga konflik kemitraan. “Banyak pelaku usaha sebenarnya sudah merasakan dampaknya, namun belum memiliki panduan sederhana untuk menyusun kontrak yang sesuai dengan kebutuhan usahanya,” ujarnya. Melalui pendekatan pendampingan partisipatif, kegiatan diawali dengan pengkajian kondisi usaha mitra, dilanjutkan workshop interaktif mengenai dasar-dasar kontrak bisnis, serta simulasi penyusunan perjanjian sederhana. Tim pengabdi juga menyerahkan modul digital kontrak bisnis sederhana yang dapat digunakan peserta secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik penyusunan kontrak. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya bisnis yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan di kalangan generasi entrepreneur.  

Optimalkan Dakwah Via Medsos, Tim PkM FH UMM Dampingi PRM Tegalweru

Malang (23/2) – Komitmen dalam mengintegrasikan keilmuan hukum dengan penguatan kapasitas masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi dari FH UMM, yang terdiri dari ketua, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H., bersama anggota tim, Wahyudi Kurniawan, S.H., M.H.Li. Kegiatan bertajuk Pendampingan Dakwah Digital ini diselenggarakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Mushola Siti Aisyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hadir dalam agenda tersebut, para anggota PRM Tegalweru dan juga perwakilan dari PRM Landungsari. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, M. Sahli, pakar marketing dan branding, yang memberikan pemaparan terkait strategi pengelolaan dakwah berbasis digital di era transformasi teknologi informasi. Dalam materinya, narasumber menekankan pentingnya optimalisasi media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran nilai-nilai keislaman yang moderat, mencerahkan, dan berkemajuan. Dalam sambutannya, Dr. Sholahuddin Al-Fatih menyampaikan bahwa dakwah digital tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis menggunakan media sosial, tetapi juga tentang pemahaman etika, tanggung jawab hukum, serta substansi pesan yang disampaikan kepada publik. Menurutnya, penguatan literasi hukum dan literasi digital menjadi bagian penting agar aktivitas dakwah di ruang siber tetap berada dalam koridor norma hukum dan nilai-nilai persyarikatan. Sementara itu, Wahyudi Kurniawan menambahkan bahwa pendampingan ini bertujuan membekali pengurus dan anggota ranting dengan keterampilan praktis dalam memproduksi konten yang informatif, edukatif, dan menarik. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan strategi komunikasi yang terencana agar dakwah digital dapat menjangkau generasi muda secara lebih efektif. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta. Pengurus dan anggota ranting menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan media sosial organisasi, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga strategi membangun engagement dengan audiens. Melalui kegiatan ini, diharapkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegalweru semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ekosistem dakwah digital yang berlandaskan nilai keislaman, profesionalisme, serta kesadaran hukum di era digital. Kegiatan PkM ini merupakan wujud konkret dari hibah PkM dari LPPM UMM yang diberikan bagi para dosen UMM. Fatih dan Wahyudi adalah penerima manfaat dari program tersebut, yang mengambil mitra PRM Tegalweru. (saf/hum/chatgpt)

Course CoE Kelas Profesional Asisten Advokat Batch V Resmi Digelar

Malang – Course Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Asisten Advokat Batch V telah dilaksanakan pada 9–14 Februari 2026 di Ruang 808 GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi program pembekalan intensif bagi mahasiswa yang akan menjalani peran sebagai Asisten Advokat profesional. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan Plt. Ketua DPC PERADI Malang Raya. Ibu Naili Ariyani, S.H., M.H. serta Wakil Dekan II Fakultas Hukum UMM, Bapak Nu’man Aunuh, S.H., M.Hum. Selama sepekan, peserta mendapatkan materi komprehensif serta praktik penyusunan dokumen hukum litigasi pidana, perdata, dan non-litigasi. Materi disampaikan oleh para praktisi dan akademisi, yakni Bapak Wiwied Tuhu Prasetyo, S.H., M.H. (litigasi pidana dan praktik praperadilan), Bapak Didik Lestariyono, S.H., M.H. (eksepsi, pledoi, dan memori kasasi), Bapak Hilmy Faidulloh Ali, S.H., M.H. (perjanjian, somasi, dan berita acara perdamaian), Ibu Naili Ariyani, S.H., M.H. (gugatan, jawaban, replik-duplik dan e-court), serta Bapak Dr. Sulthon Miladiyanto, S.H., M.H. (kesimpulan, analisis putusan, memori banding dan kasasi). Selain penguatan teknis, peserta juga dibekali materi etika dan pengembangan profesional oleh Ibu Nur Putri Hidayah, A.Md., S.H., M.H. (personal branding kantor advokat), Zica Maulana Putra, S.H. (sharing alumni CoE), dan Bapak Eko Mudji Antono, S.H., M.H. (kode etik profesi advokat dan etika asisten advokat). Paparan teknis kegiatan magang CoE turut disampaikan oleh PIC CoE, Ibu Siti Wulandari, S.H., M.H. Selain dibekali secara teori dan praktik, mahasiswa juga dibekali terkait dengan strategi mental tangguh dan adaptof di dunia profesional oleh Bapak Ibu Sutoko, S.Psi., M.Psi., Psikolog Sebagai rangkaian pembekalan yang komprehensif dan aplikatif, Course CoE Kelas Profesional Asisten Advokat Batch V tidak hanya menghadirkan penguatan kapasitas teknis dalam penyusunan dokumen hukum, tetapi juga menanamkan integritas, profesionalitas, serta pemahaman etika yang menjadi fondasi utama praktik advokat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Fakultas Hukum UMM dan para praktisi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia hukum yang semakin kompleks dan kompetitif. Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan para peserta mampu mengaktualisasikan kompetensi yang telah diperoleh secara bertanggung jawab serta membawa nilai-nilai profesionalisme dalam setiap langkah pengabdian di bidang hukum. (CM)