Dari Malang untuk Dunia: Dosen FH UMM Sabet Penghargaan Internasional Springer Nature 2026

Malang, 8 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM). Salah satu dosennya, Dr. Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H., berhasil meraih Author Service Award 2026 dari Springer Nature melalui program Editor of Distinction Awards untuk jurnal internasional Humanities and Social Sciences Communications. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi luar biasa Dr. Sholahuddin Al-Fatih dalam menjalankan perannya sebagai editor pada salah satu jurnal bereputasi internasional yang diterbitkan oleh Springer Nature. Selama setahun terakhir, ia aktif memastikan kualitas publikasi ilmiah melalui proses seleksi dan penyuntingan artikel secara ketat, sehingga hanya naskah-naskah terbaik yang dapat dipublikasikan. Dr. Sholahuddin mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap komitmen akademisi Indonesia dalam menjaga standar publikasi ilmiah di tingkat global. “Alhamdulillah, award ini diberikan dari Springer Nature sebagai wujud apresiasi atas kinerja sebagai Editor yang sat set di Jurnal Humanities and Social Science Communication. Saya Editor di jurnal tersebut dan sudah setahun terakhir memastikan kualitas bagi jurnal tersebut dengan cara memilih artikel terbaik agar bisa publish” ujarnya. Penghargaan dari Springer Nature ini menjadi bukti bahwa dosen-dosen FH UMM tidak hanya berkiprah dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas akademik di level internasional. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi FH UMM sebagai institusi yang konsisten mendorong budaya riset dan publikasi bereputasi global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas penelitian serta memperluas kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semakin banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan dan diakui dunia, FH UMM optimistis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum dan ilmu sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Penghargaan yang diraih Dr. Sholahuddin Al-Fatih menambah deretan prestasi akademik FH UMM sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam membangun ekosistem keilmuan yang unggul, berdaya saing global, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi umat dan bangsa. (TS)
Delegasi Fakultas Hukum UMM Raih Juara II Debat Koperasi Rektor Cup UMM 2026

Malang, 05 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM). Tim delegasi FH UMM yang terdiri atas Mohammad Umar Al Farouq, Aamyra Fissilmi, dan Nur Cholizah Nauli Hasibuan berhasil meraih Juara II dalam ajang Debat Koperasi Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analisis kebijakan, dan argumentasi terkait pengembangan koperasi di Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Hukum UMM tidak hanya memiliki pemahaman yang kuat terhadap ilmu hukum, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi melalui forum akademik yang kompetitif. Dalam setiap tahapan perlombaan, tim FH UMM menunjukkan performa yang impresif dengan menyajikan argumentasi yang sistematis, berbasis data, dan relevan dengan perkembangan isu perkoperasian nasional. Ketajaman analisis, kemampuan membangun logika hukum, serta kekompakan tim menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka hingga meraih posisi kedua. Salah satu anggota tim mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih setelah melalui proses persiapan yang panjang dan penuh dinamika. “Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Perjuangan panjang dan diskusi akhirnya membuahkan hasil. Bangga dan bersyukur rasanya kami, sebagai delegasi Fakultas Hukum, berhasil membawa gelar Juara II Debat Koperasi Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang 2026,” ujar tim delegasi FH UMM. Mereka menilai bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, proses belajar yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak yang senantiasa memberikan motivasi selama persiapan hingga pelaksanaan lomba. “Harapan kami ke depan, semoga hasil ini menjadi bahan evaluasi agar tim kami bisa tampil lebih solid, tajam, dan kritis di kompetisi-kompetisi berikutnya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan doa dari orang tua, coach, serta orang-orang terdekat kami. Semoga kami bisa terus mengharumkan nama Fakultas Hukum UMM di kancah yang lebih luas,” lanjut mereka. Prestasi ini semakin memperkuat tradisi akademik dan budaya kompetisi yang terus dibangun di lingkungan Fakultas Hukum UMM. Melalui berbagai ajang perlombaan, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berargumentasi secara ilmiah, serta mengasah keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi. Capaian Juara II Debat Koperasi Rektor Cup UMM 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berani mengambil tantangan, dan membawa nama baik Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang di tingkat yang lebih tinggi. (TS)
Perluas Peluang Karier Mahasiswa & Alumni, FH UMM Jalin Kerja Sama dengan APINDO Jawa Tengah

Semarang, 03 Juni 2026 – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FH UMM dan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Jawa Tengah yang berlangsung dalam rangkaian Pelantikan Pengurus DPP APINDO Jawa Tengah Masa Bakti 2026–2031 dan Diskusi Panel di Semarang pada 03 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, FH UMM diwakili oleh Dr. Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H., selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri. Kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Campus Hiring, program magang mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa FH UMM diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional melalui pengalaman langsung di dunia kerja. Dr. Sholahuddin Al Fatih menyampaikan bahwa kemitraan dengan APINDO Jawa Tengah merupakan bentuk nyata komitmen FH UMM dalam menghadirkan pendidikan hukum yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan perkembangan zaman. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain membuka peluang pengembangan karier bagi mahasiswa, kerja sama ini juga menjadi wadah kolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan dunia usaha. Melalui kemitraan strategis ini, FH UMM menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan berbagai mitra eksternal dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha merupakan langkah penting untuk menciptakan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. Sholahuddin Al Fatih. Kerja sama antara FH UMM dan DPP APINDO Jawa Tengah diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa, institusi, dunia usaha, serta masyarakat luas. (TS)
KRD FH UMM, UNNES, dan UB Bertukar Gagasan dalam Studi Banding Organisasi Debat Hukum

MALANG – Komunitas Riset dan Debat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (KRD FH UMM) memperkuat jejaring akademik dan organisasi melalui kegiatan Study Comparative yang diselenggarakan secara daring bersama UKM Debat Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Komunitas Debat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (KDFH UB). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, pengalaman organisasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa hukum di bidang debat dan riset hukum. Di tengah tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis, kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Melalui kegiatan ini, ketiga organisasi tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, pembinaan anggota, hingga strategi peningkatan prestasi di tingkat regional maupun nasional. Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diikuti oleh seluruh peserta secara virtual. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Suasana formal namun hangat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan yang dibangun oleh ketiga organisasi. Dalam sambutannya, para pembina dari KRD FH UMM, UKM Debat FH UNNES, dan KDFH UB menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antarorganisasi mahasiswa hukum. Selain sebagai sarana memperluas jejaring, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan maupun peningkatan kompetensi akademik mahasiswa hukum. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan organisasi masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, para direktur organisasi menyampaikan berbagai capaian, program unggulan, serta harapan terhadap keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin. Semangat untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama menjadi pesan yang mengemuka dalam setiap sambutan yang disampaikan. Sebagai simbol persahabatan dan hubungan kelembagaan yang baik, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata secara simbolis. Meskipun dilaksanakan secara daring, momentum tersebut tetap menjadi penanda komitmen ketiga organisasi untuk menjaga hubungan yang harmonis dan produktif di masa mendatang. Memasuki agenda inti, peserta mengikuti sesi sparing debate yang menjadi salah satu kegiatan paling dinantikan. Dalam sesi ini, mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi berkesempatan menguji kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi hukum, serta mempertahankan pendapat berdasarkan analisis yang komprehensif. Debat berlangsung dinamis dengan menghadirkan beragam perspektif terhadap isu-isu yang dibahas, sehingga memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi seluruh peserta. Selain mengasah kemampuan debat, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pemaparan profil dan struktur organisasi dari masing-masing lembaga. KRD FH UMM, UKM Debat FH UNNES, dan KDFH UB secara bergantian mempresentasikan visi, misi, struktur organisasi, serta program kerja yang selama ini menjadi fokus pengembangan organisasi. Sesi tersebut membuka ruang bagi peserta untuk saling belajar mengenai tata kelola organisasi yang efektif dan inovatif. Diskusi kemudian berlanjut dalam agenda Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan melalui ruang diskusi virtual (breakout room). Dalam forum ini, peserta dibagi berdasarkan bidang dan departemen yang relevan untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, sistem kaderisasi, manajemen organisasi, hingga strategi peningkatan prestasi. Pertukaran pengalaman dan gagasan yang terjadi selama FGD menjadi salah satu nilai tambah yang memperkaya wawasan peserta. Setelah jeda istirahat, kegiatan kembali dilanjutkan dengan dua sesi sparing debat berikutnya. Setiap sesi berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai akademik. Para peserta menunjukkan kemampuan analisis yang kuat serta keterampilan komunikasi yang baik dalam menyampaikan argumentasi dan sanggahan terhadap lawan debat. Pada penghujung kegiatan, proses ajudikasi dilakukan oleh jajaran pimpinan organisasi dari ketiga institusi. Melalui sesi evaluasi tersebut, peserta memperoleh berbagai masukan konstruktif terkait teknik debat, penyusunan argumentasi, hingga penguatan substansi hukum. Evaluasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kemampuan akademiknya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan resmi. Meskipun dilaksanakan secara daring, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antarmahasiswa hukum dapat tetap berjalan efektif meskipun tanpa pertemuan secara langsung. Melalui pelaksanaan Study Comparative ini, KRD FH UMM berharap dapat terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa hukum di Indonesia. Kolaborasi bersama UKM Debat FH UNNES dan KDFH UB menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas mahasiswa hukum. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarkampus dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hukum serta kehidupan berbangsa dan bernegara. (TS)
Bangun Pendidikan Hukum Adaptif, FH UAD Benchmarking ke FH UMM

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (FH UAD), Senin (19/5/2026), dalam agenda benchmarking pengelolaan laboratorium hukum. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa akademik tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan hukum yang semakin dinamis. Rombongan FH UAD disambut langsung oleh jajaran pimpinan, dosen, serta pengelola laboratorium hukum FH UMM di lingkungan Fakultas Hukum UMM. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, melainkan juga forum pertukaran gagasan mengenai pengembangan sistem laboratorium hukum yang modern, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia profesi hukum. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, FH UMM memaparkan berbagai inovasi pengelolaan laboratorium hukum, mulai dari penguatan praktik peradilan semu, klinik hukum, pengembangan kompetensi advokasi mahasiswa, hingga integrasi laboratorium dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, pengelolaan administrasi, tata kelola kelembagaan, hingga strategi peningkatan mutu layanan akademik turut menjadi fokus pembahasan. Kegiatan studi banding menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antarlembaga. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga menjadikan forum serupa sebagai langkah strategis memperkuat mutu akademik, tata kelola, serta kolaborasi institusional. Pihak FH UMM menyampaikan bahwa laboratorium hukum tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penunjang pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kompetensi praktis mahasiswa hukum agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Karena itu, pengembangan laboratorium hukum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan inovasi, profesionalisme, dan kolaborasi. Sementara itu, delegasi FH UAD mengapresiasi sambutan serta keterbukaan FH UMM dalam berbagi pengalaman pengelolaan laboratorium hukum. Mereka menilai kunjungan ini memberikan banyak wawasan baru yang dapat menjadi referensi dalam penguatan sistem laboratorium dan peningkatan kualitas pendidikan hukum di lingkungan FH UAD. Suasana diskusi berlangsung cair namun substansial. Kedua institusi saling bertukar pandangan mengenai tantangan pendidikan hukum di era digital, penguatan kompetensi mahasiswa, serta pentingnya laboratorium hukum sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Dialog tersebut sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan hukum yang progresif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini, FH UMM dan FH UAD berharap kerja sama akademik yang terjalin dapat terus berkembang dalam berbagai bidang, baik pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan kelembagaan. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru demi mencetak lulusan hukum yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat luas. (*TS*)
Dengan Semangat dan Doa, Reynald Dimas Saputra Persembahkan Prestasi Nasional untuk FH UMM

Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM). Mahasiswa FH UMM angkatan 2024, Reynald Dimas Saputra, berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang nasional Mandalika Essay Competition (MEC) 8 dengan meraih Juara 3 sekaligus Gold Medal. Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut menjadi ruang adu gagasan, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan melalui karya tulis ilmiah. Di tengah persaingan yang ketat, Reynald mampu menunjukkan kualitas intelektual dan daya saing mahasiswa FH UMM di tingkat nasional. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa hukum tidak hanya unggul dalam memahami teori dan praktik hukum, melainkan juga mampu menghadirkan gagasan inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Semangat kompetitif, kerja keras, dan konsistensi dalam belajar menjadi kunci keberhasilan yang mengantarkan prestasi tersebut. Dalam keterangannya, Reynald menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama proses kompetisi berlangsung. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Tentunya prestasi ini tidak saya raih sendiri, tetapi berkat doa, dukungan, serta motivasi dari orang tua, dosen, teman-teman, dan keluarga besar FH UMM. Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkembang dan berkarya di tingkat nasional,” ungkap Reynald. Capaian ini semakin menegaskan komitmen Fakultas Hukum UMM dalam mencetak mahasiswa yang unggul, adaptif, dan kompetitif di era global. Atmosfer akademik yang progresif serta dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa terus menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi muda berprestasi. Prestasi Reynald Dimas Saputra sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika FH UMM dan diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengukir capaian terbaik, membawa nama baik kampus, serta berkontribusi bagi Indonesia melalui karya dan prestasi nyata. (*TS*)
FH UMM Jadi Rujukan Nasional, Fakultas Syari’ah UIN Palangkaraya Studi Banding Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Syari’ah UIN Palangkaraya pada Senin (11/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FH UMM tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum pertukaran gagasan dalam pengelolaan jurnal ilmiah di perguruan tinggi. Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika FH UMM. Dalam suasana penuh keakraban, kedua institusi berdiskusi mengenai strategi pengembangan jurnal ilmiah, tata kelola publikasi akademik, peningkatan kualitas artikel ilmiah, hingga upaya penguatan akreditasi jurnal di tingkat nasional maupun internasional. FH UMM dinilai sebagai salah satu fakultas yang aktif dan progresif dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Melalui berbagai inovasi dan penguatan sistem akademik, fakultas ini terus mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan tinggi. Kegiatan studi banding tersebut juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara FH UMM dan Fakultas Syari’ah UIN Palangkaraya. Kedua pihak berharap kolaborasi yang terjalin dapat membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang akademik, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia. Dalam sesi diskusi, peserta turut membahas tantangan pengelolaan jurnal di era digital, termasuk peningkatan kualitas substansi artikel, konsistensi penerbitan, pemanfaatan teknologi dalam sistem jurnal elektronik, serta strategi meningkatkan indeksasi jurnal pada lembaga bereputasi. Selain forum diskusi, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman mengenai pengelolaan editorial jurnal, manajemen reviewer, serta penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Suasana dialog berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari kedua belah pihak. Melalui kegiatan ini, FH UMM kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi akademik dan pengembangan mutu pendidikan tinggi. Studi banding tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas publikasi ilmiah serta mendorong terciptanya ekosistem akademik yang lebih unggul dan berdaya saing. (*TS*)
Mahasiswa FH UMM Borong Prestasi Nasional, Wisnu Raih Juara di Ajang Karate Bergengsi

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui mahasiswa berprestasinya, Mochammad Wisnu Kuncoro Adjie, FH UMM kembali menunjukkan eksistensinya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan mahasiswa berprestasi di bidang olahraga dan kompetisi nasional. Dalam ajang UMM Open Karate Championship 2026 Tingkat Nasional, Wisnu berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus. Mahasiswa FH UMM angkatan 2022 tersebut sukses meraih Juara 1 Kumite Beregu Mahasiswa Putra, Juara 2 Kumite -75 kg Senior Putra, serta Juara 2 Kumite -75 kg Mahasiswa Putra. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat kompetitif dan budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan FH UMM. Di tengah ketatnya persaingan antar-atlet dari berbagai perguruan tinggi dan dojo di Indonesia, Wisnu mampu tampil konsisten, disiplin, dan penuh semangat juang hingga berhasil mengharumkan nama FH UMM di kancah nasional. Keberhasilan ini sekaligus menambah deretan capaian membanggakan yang berhasil diraih mahasiswa FH UMM sepanjang tahun 2026. Tidak hanya dikenal sebagai fakultas yang melahirkan calon-calon praktisi hukum unggul, FH UMM juga terus membuktikan diri sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat, dan karakter kepemimpinan di berbagai bidang. Dengan torehan prestasi tersebut, FH UMM kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Semangat “unggul, berintegritas, dan berdampak” yang menjadi identitas FH UMM tercermin melalui capaian mahasiswa yang terus bersinar di tingkat regional maupun nasional. Pada setiap pertandingan, Wisnu tampil penuh percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas teknik yang matang. Ketangguhan mental, kedisiplinan latihan, serta kerja sama tim menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih podium juara. Atmosfer kompetisi yang berlangsung sengit tidak menyurutkan semangatnya untuk memberikan penampilan terbaik bagi almamater tercinta. Prestasi ini pun mendapat apresiasi dari sivitas akademika FH UMM. Keberhasilan Wisnu dinilai menjadi inspirasi positif bagi mahasiswa lain agar terus berani mencoba, berproses, dan mengukir prestasi sesuai bidang yang mereka tekuni. Menanggapi capaian tersebut, Wisnu mengaku bersyukur dan menjadikan keberhasilannya sebagai motivasi untuk terus berkembang. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas hasil yang sudah saya dapat ini. Tentunya bukan karena saya sendiri, tetapi juga dukungan dan doa dari orang tua dan orang-orang terdekat saya. Saya ucapkan terima kasih banyak. Namun, saya harus kerja lebih lagi karena juaranya kemarin. Sekarang saya bukan siapa-siapa lagi,” ujar Wisnu. Kerendahan hati dan semangat untuk terus belajar menjadi pesan kuat dari perjalanan prestasi Wisnu. Bagi FH UMM, capaian ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, melainkan simbol semangat mahasiswa untuk terus bertumbuh, berprestasi, dan membawa nama baik Fakultas & Universitas di tingkat nasional. (*TS*)
“Dosen FH UMM Mendunia, Riset Tak Lagi Sekadar Publikasi, Tapi Solusi”
FH UMM Tegaskan Peran Ormawa sebagai Laboratorium Kepemimpinan Mahasiswa

MALANG —18/04/26. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang memperkuat sinergi kelembagaan dengan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) melalui forum silaturahim yang berlangsung hangat dan dialogis di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyelaraskan visi, memperkuat peran Ormawa, serta mendorong kepemimpinan mahasiswa yang berdaya saing di tengah dinamika zaman. Dalam forum tersebut, Pimpinan Fakultas menekankan bahwa Ormawa memiliki posisi penting sebagai mitra strategis dalam membangun kultur akademik yang progresif. Tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan kemahasiswaan, Ormawa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang menumbuhkan integritas, tanggung jawab, serta kepekaan sosial mahasiswa hukum. Dialog terbuka menjadi ciri utama pertemuan ini. Para Pimpinan Ormawa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari penguatan program kerja, kebutuhan pengembangan kapasitas organisasi, hingga tantangan aktual yang dihadapi dalam menjalankan roda organisasi. Aspirasi tersebut disambut secara konstruktif oleh pimpinan fakultas, yang menegaskan komitmen untuk menghadirkan dukungan kelembagaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, pembahasan juga mengarah pada pentingnya sinkronisasi program kerja Ormawa dengan arah kebijakan Fakultas. Langkah ini dinilai krusial agar setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap penguatan kompetensi akademik maupun non-akademik. Silaturahim ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dan terbuka antara mahasiswa dan institusi. Dengan pola komunikasi yang sehat, potensi konflik dapat diminimalkan, sementara kolaborasi dapat ditingkatkan secara produktif. Ke depan, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang menargetkan lahirnya ekosistem organisasi mahasiswa yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebermanfaatan luas. Melalui sinergi yang kuat antara Pimpinan Fakultas dan Ormawa, diharapkan terbentuk generasi mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional. (*TS*)