Pembekalan Periode 3 Tahun 2025 Hadirkan Alumni yang Berkarir di Perhutani

Malang (8/8) – Dinginnya Kota Malang tak menjadi penghalang langkah kaki Hilmi. Dari Malang Selatan, Hilmi memacu mobil dinasnya menuju Aula Lt. 9 GKB IV UMM untuk berbagi inspirasi bagi calon wisudawan/ti FH UMM. Di hadapan 167 calon wisudawan/ti FH UMM, Muhammad Hilmi Rizqullah R., SH., berbagi kisah suka duka selama setahun menjadi pegawai Perhutani. Hilmi, begitu ia biasa disapa, merupakan alumni FH UMM angkatan tahun 2018. “Alhamdulillah kurang lebih saya setahun di Perhutani. Saat ini saya dapat promosi di jabatan Kepala Sub-Seksi. Lokasi kerja saya di Malang Raya, sebelumnya di Surabaya.” Ungkap Hilmi memulai cerita Hilmi mengisahkan, selepas kuliah ia mendaftar sebagai laboran atau biasa disebut sebagai instruktur di Lab Hukum FH UMM. Hilmi baru merampungkan masa kerjanya di Juni 2023 untuk mencari peluang kerja di BUMN. “Awalnya memang tidak ada niatan memilih BUMN mana. Ya hanya coba-coba. Tapi melihat peluang yang ada, dan keterisian kuota pendaftar, saya memantapkan diri untuk mendaftar di Perhutani.” Ujar Hilmi Bekal utama berupa skill beracara selama menimba ilmu di FH UMM, menjadi modal berharga bagi Hilmi. Ia bercerita, bahwa selama menjalani proses tes, sudah ribuan pelamar gugur salah satunya karena tidak paham proses beracara. “Perhutani ini kan mengelola hutan ya, jadi beracara-nya harus kuat, karena harus paham menyelesaikan snegketa, misal ada tanah yang diserobot, pembalakan liar dan sebagainya. Alhamdulillah saya dapat dari praktikum beracara di FH UMM, malah saya dapatnya 2x, sebagai mahasiswa dan instruktur praktikum. Jadi mengakar sekali pemahamannya.” Pungkas hIlmi Di akhir sesi, Hilmi berpesan kepada para calon wisudawan/ti agar sabar dan konsisten dalam meniti karir. Tidak ada sukses yang instan, semua butuh perjuangan. Ilmu dari FH UMM menjadi bekal utama untuk mengarungi dunia pasca kampus. (saf/hum)
Lokakarya Kurikulum 2025, FH UMM Perkuat Matkul Terapan

Malang (7/8) – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang menggelar lokakarya kurikulum hari ini, bertempat di ruang 808 GKB IV UMM. Agenda lokakrya kurikulum kali ini untuk menyesuiakan mata kuliah bagi angkatan 2025 dan setersunya guna merespon perkembangan zaman. “Lokakarya kurikulum kali ini berfokus untuk merespon tawaran dari Universitas terkait adanya beberapa mata kuliah (matkul) baru, seperti kewirausahaan dan digital forensik. Kami bermusyawarah untuk menentukan sikap, sebab matkul yang disajikan tentu harus sesuai dengan kebutuhan dan profil lulusan yang sudah kami rancang sebelumnya.” Ujar Prof. Tongat, Dekan FH UMM. Agenda lokakarya kurikulum tersebut berlangsung selama sehari, dimana selain membahas matkul yang sesuai dengan kebutuhan, juga mendiskusikan mengenai RPS-nya “RPS ini kan bagian tidka terpisah dari sebuah matkul. Jadi kita diskusikan sekalian disini.” Pungkas Dwi Ratna Indri Hapsari, MH, Sekprodi FH UMM, di akhir sesi lokakarya. (saf/hum)
Pembekalan Periode III Tahun 2025

Jum’at, 8 Agustus mendatang, para calon wisudawan/ti akan menghadiri agenda pembekalan Pembekalan bagi para calon wisudawan/ti merupakan agenda rutin, yang menghadirkan para alumni #FHUMM kali ini Insya Allah hadir @hilmyraamadhan alumni #FHUMM sekaligus instruktur @labhukum.umm yang kini bekerja di @perumperhutani Find us: • Facebook & Youtube: Fakultas Hukum UMM • X: fhumm1964 • Web: fh.umm.ac.id • Instagram: fh_umm
Beasiswa Cendekia Baznas

Assalamualaikum Cendekiawan 🎓 📢Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2025 resmi di BUKA‼️ 💡💡💡 Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri adalah program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa tingkat Diploma-IV (D4) dan sarjana (S1) yang sedang menempuh studi (on going) di 133 kampus mitra Beasiswa BAZNAS. 👉Fasilitas beasiswa 1. Bantuan Uang Kuliah Tunggal per semester 2. Bantuan Biaya Riset 3. Bantuan Biaya Prestasi kepada mahasiswa yang terpilih untuk berkompetisi dalam ajang akademik seperti konferensi dan non akademik ajang kompetisi olahraga dan seni (Ad cost) 2. Pengembangan diri: (a). Bersama mentor kampus (b). Bersama tokoh nasional 👉Tata cara pendaftaran: 1️⃣ Langkah 1: Pendaftar mengunduh petunjuk teknis pendaftaran dan format berkas persyaratan yang dapat diunduh di : https://bazn.as/panduanbcbdn25 2️⃣ Langkah 2: Mengumpulkan berkas yang sudah dilengkapi ke kampus. Daftar kampus dapat dilihat dalam panduan beasiswa pada tautan informasi pendaftaran kampus di bazn.as/infodaftarbcbdn25. ⏳ Time line Pendaftaran dibuka 4 Agustus – 17 Agustus 2025. Informasi pendaftaran silahkan menghubungi/mengakses unit layanan beasiswa di masing-masing kampus Yuk, pelajari panduan beasiswa, dengan mengunduh Petunjuk Teknis Pendaftaran Beasiswa di https://bazn.as/panduanbcbdn25
Teliti Motif Diaspora Madura di Malaysia, Mahasiswa FH UMM Lolos Pendanaan PKM Dikti

Malang (4/8) – Mahasiswa FH UMM, Indah Permata Sari (2023-150), berhasil menjadi bagian dari 24 proposal PKM UMM yang didanai oleh DIkti. Indah tergabung dalam kelompok beranggotakan lintas prodi yang membahas peran diaspora warga Madura di negeri jiran, Malaysia. “Ya kami ini anak rantau. Kami tertarik untuk melihat bagaimana peran diaspora Madura di Malaysia dalam menyumbang devisa bagi negara.” Ungkap Indah Atas ide tersebut, Indah dan kolega berhasil meriah pendanaan dalam Program Kerativitas Mahasiswa kategori Riset Sosial Humaniora atau PKM-RSH. Kegiatan penelitian Indha dan tim bisa dipantau melalui akun Instagram @maduremigrationstory. “Nantinya tim Indah akan mengikuti serangkaian pendmapingan dari UMM. Misalnya setiap 2 pekan sekali kami adakan monev dan presentasi. Lalu setiap hari Jum;at oleh Dikti mereka diminta up kegiatan dan progress di medsos melalui fitur ads.” Beber Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., salah satu tim pendamping PKM UMM, yang juga merupakan dosen FH UMM Dalam ajang PKM tahun ini, UMM berhasil masuk dalam daftar elit 10 besar kampus nasional penerima pendanaan PKM. (saf/hum)
Bertemu Wali Maba, FH UMM Titipkan Pesan Berharga

Malang (1/8) – Para orang tua/wali mahasiswa baru UMM diundang untuk menghadiri silaturahmi dengan segenap struktural UMM. Agenda berlangsung di UMM Dome, dan dilanjutkan dengan di Fakultas masing-masing. “Alhamdulillah di gelombang satu ini, sudah registrasi sebanyak 394 mahasiswa baru dari 500an mahasiswa yang diterima. Kami berpesan, semoga para orang tua/wali berkenan mendampingi proses belajar ananda, memberikan support, mendukung hal hal yang baik dalam tumbuh kembang ananda.” Ungkap Dr. Bayu Dwi Widdy Jatmiko, Wakil Dekan I FH UMM Tantangna disrupsi di era digital, menjadi peluang sekaligus opsi menarik bagi FH UMM, terutaam dalam menyiapkan perangkat pembelajaran digital bagi mahasiswa baru. Kolaborasi pemanfaatn media pembelajaran digital , diharapkan bisa mempercepat proses belajar, sekaligus mendukung program UMM Pasti (saf/hum)
INCLAR ke-6 FH UMM Soroti Isu Kemanusiaan Global

Malang (25/7) – Krisis golbal telah menyandera aspek kemanusiaan, seperti kelaparan berkepanjangan di Gaza, konflik perbatasan di Thailand dan Kamboja serta beragam isu terkini lainnya. Guna merespon isu hukum kemanusiaan global tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Conference on Law Reform (INCLAR) 2025 yang ke-6 pada 21-22 Juli lalu. Ajang tahunan yang bertema ‘Hukum, Konflik, dan Kemanusiaan: Menuju Keadilan yang Berkelanjutan dan Masyarakat yang Tangguh’ menghadirkan pembicara ahli dari berbagai institusi luar negeri, seperti Amerika Serikat, Skotlandia, hingga Malaysia. Hadir sebagai keynote spekaer, Indra Rosandry Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI menyoroti isu tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari konflik bernsenjata, keamanan siber, hingga perubahan iklim yang menjadi topik utama dalam konferensi ini. Ia juga membahas pentingnya hukum internasional sebagai pondasi perlindungan hak asasi manusia, khususnya dalam situasi konflik perang di Gaza. Selain itu, ia juga menggarisbawahi peran pendidikan, akademisi, dan negara dalam membentuk kebijakan hukum yang responsive dan berkelanjutan. Lebih dari itu, dalam forum diskusi ini menghadirkan presentasi urgensi nilai-nilai terhadap isu hukum global dari berbagai susut pandang para ahli baik praktisi maupun akademisi. Lebih lanjut, Indra percaya salah satu output dari agenda ini adalah para peserta mampu mengidentifikasi perkembangan terbaru serta keberlanjutan periode hukum internasional terkait perlindungan anak di era kontemporer. Selain itu, juga mampu merumuskan berbagai solusi untuk memanfaatkan peluang yang ada guna mendukung pengembangan hukum internasional yang lebih baik. Harapannya, langkah ini dapat menumbuhkan sistem keadilan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Hilaire Tegnan, Ph.D. Project Assistant Center Of Legal & Court Technology, William & Mary Law School, Amerika Serikat membahas mengenai tantangan penyatuan hukum di negara berkembang: dari pluralisme hukum menuju sinkretisme hukum di Indonesia. Ia menyampaikan, pluralisme hukum memiliki sejumlah kelebihan yang berkontribusi positif terhadap kehidupan bermasyarakat. Di antaranya adalah mendorong kerja sama antar sistem hukum, serta mendukung proses desentralisasi yang memberikan keleluasaan daerah untuk mengatur kepentingannya. “Namun, pluralitas juga justru memicu kerancuan dalam pelaksanaan hukum dan prediktabilitas menjadi kelemahan utama. Kondisi ini dapat mempersulit penegakan keadilan, karena masyarakat cenderung bingung dalam menentukan hukum mana yang berlaku,” katanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan harmonisasi regulasi agar pluralisme hukum dapat berjalan seimbang, memberikan manfaat, dan meminimalkan potensi konflik. Untuk itu, menurut Tegnan, sinkretisme hukum menjadi solusi melihat keberanekaragaman agama, adat istiadat, suku, dan ras menjadi bagian indah dari Indonesia. Ia mengagumi dan terinspirasi dari semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai prinsip kuat dan berdaya lebih besar untuk mempersatu perbedaan. “Sinkretisme hukum tidak dapat hanya melihat bagaimana sistem kelompok mayoritas saja, kita dapat mencoba memahami sistem hukum, tetapi bukan dengan pendekatan top-down,” ungkapnya. Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyampaikan rasa hormat atas kehadiran para tamu dan peserta dalam konferensi internasional. Nazar juga menyoroti pentingnya peran hukum di tengah konflik global seperti perang di Ukraina dan Palestina, yang tidak hanya menjadi masalah politik tetapi juga tragedi kemanusiaan. Konferensi ini, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk mencari jawaban tentang bagaimana hukum dapat melindungi martabat manusia, mendukung hak korban, dan mewujudkan keadilan yang berpihak pada kemanusiaan. “Melalui forum ini, UMM terus berkomitmen bahwa pendidikan tak hnya sekedar transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan tanggung jawab sosial bagi para mahasiswa dan anak-anak muda Indonesia,” tegasnya. Lebih lanjut, Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum juga menyoroti urgensi forum akademik untuk memberikan solusi terbaik atas segala permasalahan bangsa, baik di kancah regional maupun internasional. “INCLAR yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ke-6 di tahun ini, rutin memberikan sumbangsih keilmuan. Kami menyampaikan ucapan terima kasih, kepada para narasumber, peserta dan co-host acara ini, sebab kontribusi keilmuan kita diharapkan segera bisa mengatasi krisis kemanusiaan dunia.” Pungkasnya. (wil/saf)