Malang (8/8) – Dinginnya Kota Malang tak menjadi penghalang langkah kaki Hilmi. Dari Malang Selatan, Hilmi memacu mobil dinasnya menuju Aula Lt. 9 GKB IV UMM untuk berbagi inspirasi bagi calon wisudawan/ti FH UMM.

Di hadapan 167 calon wisudawan/ti FH UMM, Muhammad Hilmi Rizqullah R., SH., berbagi kisah suka duka selama setahun menjadi pegawai Perhutani. Hilmi, begitu ia biasa disapa, merupakan alumni FH UMM angkatan tahun 2018.

“Alhamdulillah kurang lebih saya setahun di Perhutani. Saat ini saya dapat promosi di jabatan Kepala Sub-Seksi. Lokasi kerja saya di Malang Raya, sebelumnya di Surabaya.” Ungkap Hilmi memulai cerita

Hilmi mengisahkan, selepas kuliah ia mendaftar sebagai laboran atau biasa disebut sebagai instruktur di Lab Hukum FH UMM. Hilmi baru merampungkan masa kerjanya di Juni 2023 untuk mencari peluang kerja di BUMN.

“Awalnya memang tidak ada niatan memilih BUMN mana. Ya hanya coba-coba. Tapi melihat peluang yang ada, dan keterisian kuota pendaftar, saya memantapkan diri untuk mendaftar di Perhutani.” Ujar Hilmi

Bekal utama berupa skill beracara selama menimba ilmu di FH UMM, menjadi modal berharga bagi Hilmi. Ia bercerita, bahwa selama menjalani proses tes, sudah ribuan pelamar gugur salah satunya karena tidak paham proses beracara.

“Perhutani ini kan mengelola hutan ya, jadi beracara-nya harus kuat, karena harus paham menyelesaikan snegketa, misal ada tanah yang diserobot, pembalakan liar dan sebagainya. Alhamdulillah saya dapat dari praktikum beracara di FH UMM, malah saya dapatnya 2x, sebagai mahasiswa dan instruktur praktikum. Jadi mengakar sekali pemahamannya.” Pungkas hIlmi

Di akhir sesi, Hilmi berpesan kepada para calon wisudawan/ti agar sabar dan konsisten dalam meniti karir. Tidak ada sukses yang instan, semua butuh perjuangan. Ilmu dari FH UMM menjadi bekal utama untuk mengarungi dunia pasca kampus. (saf/hum)