Malang, 11 Februari 2026 — Di tengah lanskap profesi hukum yang semakin kompetitif dan sarat kompleksitas moral, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menegaskan satu pesan strategis: kesiapan mental merupakan fondasi tak tergantikan dalam membangun karier yang berkelanjutan. Penegasan tersebut mengemuka dalam gelaran Career Talk Series #1 bertema “Siap Mental, Siap Karier: Perspektif Psikologi Klinis bagi Sarjana Hukum” yang berlangsung di Aula BAU UMM, Rabu (11/2/2026).

Diselenggarakan oleh Center for Career Development and Lawpreneurship (CCDL) FH UMM, kegiatan ini diikuti oleh 158 peserta Yudisium Periode I Tahun 2026. Forum tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang kontemplatif bagi para calon sarjana hukum untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional yang dinamis dan penuh tekanan.

Hadir sebagai narasumber, Ibnu Sutoko, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UMM dengan kepakaran di bidang psikologi klinis, mengelaborasi dimensi psikologis yang sering terabaikan dalam diskursus pendidikan hukum. Diskusi ini dipandu dengan elegan oleh Nur Amalina Putri Adytia, S.H., M.Kn., yang menjaga alur dialog tetap kritis sekaligus reflektif.

Dalam presentasinya, Ibnu menguraikan realitas tekanan psikologis yang melekat dalam dunia studi dan profesi hukum—mulai dari kecemasan menghadapi transisi karier, tuntutan performa akademik yang tinggi, hingga ekspektasi sosial terhadap profesi hukum yang penuh dengan tanggung jawab etik. Ia menegaskan bahwa kematangan karier tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kapasitas regulasi emosi, ketahanan mental, dan kesadaran diri sebagai bagian integral dari profesionalisme.

Dwi Ratna Indri Hapsari, S.H., M.H., selaku Ketua Pusat Karier FH UMM, dalam pernyataan resminya menyatakan bahwa acara ini adalah wujud dari komitmen fakultas untuk menciptakan ekosistem pengembangan karier yang menyeluruh. “Profesionalisme dalam bidang hukum menuntut lebih dari sekadar pemahaman terhadap norma. Diperlukan integritas, kestabilan emosi, dan kemampuan untuk menghadapi tekanan dengan bijaksana. Oleh karena itu, penguatan aspek psikologis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan sarjana hukum,” jelasnya.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 12.00 WIB ini dirancang dengan pendekatan interaktif, mencakup pemaparan ilmiah, studi kasus kontekstual, refleksi personal terarah, serta dialog terbuka antara narasumber dan peserta. Atmosfer diskusi yang dinamis menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kesehatan mental bukanlah isu periferal, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan karier dan integritas profesi hukum.

Melalui Career Talk Series #1 ini, FH UMM menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga memperkuat aspek kepribadian dan ketahanan psikologis para mahasiswanya. Di tengah tantangan zaman, lulusan hukum masa depan diharapkan tidak hanya pandai memahami norma, tetapi juga bijak dalam mengelola diri—siap menghadapi kompleksitas dunia kerja dengan profesionalisme, kemampuan beradaptasi, dan integritas yang kuat. (trs/fhum)