MALANG – Komunitas Riset dan Debat Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (KRD FH UMM) memperkuat jejaring akademik dan organisasi melalui kegiatan Study Comparative yang diselenggarakan secara daring bersama UKM Debat Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Komunitas Debat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (KDFH UB). Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, pengalaman organisasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa hukum di bidang debat dan riset hukum.

Di tengah tuntutan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis, kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Melalui kegiatan ini, ketiga organisasi tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, pembinaan anggota, hingga strategi peningkatan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang diikuti oleh seluruh peserta secara virtual. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Suasana formal namun hangat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan yang dibangun oleh ketiga organisasi.

Dalam sambutannya, para pembina dari KRD FH UMM, UKM Debat FH UNNES, dan KDFH UB menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antarorganisasi mahasiswa hukum. Selain sebagai sarana memperluas jejaring, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan maupun peningkatan kompetensi akademik mahasiswa hukum.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan organisasi masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, para direktur organisasi menyampaikan berbagai capaian, program unggulan, serta harapan terhadap keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin. Semangat untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama menjadi pesan yang mengemuka dalam setiap sambutan yang disampaikan.

Sebagai simbol persahabatan dan hubungan kelembagaan yang baik, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata secara simbolis. Meskipun dilaksanakan secara daring, momentum tersebut tetap menjadi penanda komitmen ketiga organisasi untuk menjaga hubungan yang harmonis dan produktif di masa mendatang.

Memasuki agenda inti, peserta mengikuti sesi sparing debate yang menjadi salah satu kegiatan paling dinantikan. Dalam sesi ini, mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi berkesempatan menguji kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi hukum, serta mempertahankan pendapat berdasarkan analisis yang komprehensif. Debat berlangsung dinamis dengan menghadirkan beragam perspektif terhadap isu-isu yang dibahas, sehingga memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi seluruh peserta.

Selain mengasah kemampuan debat, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pemaparan profil dan struktur organisasi dari masing-masing lembaga. KRD FH UMM, UKM Debat FH UNNES, dan KDFH UB secara bergantian mempresentasikan visi, misi, struktur organisasi, serta program kerja yang selama ini menjadi fokus pengembangan organisasi. Sesi tersebut membuka ruang bagi peserta untuk saling belajar mengenai tata kelola organisasi yang efektif dan inovatif.

Diskusi kemudian berlanjut dalam agenda Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan melalui ruang diskusi virtual (breakout room). Dalam forum ini, peserta dibagi berdasarkan bidang dan departemen yang relevan untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, sistem kaderisasi, manajemen organisasi, hingga strategi peningkatan prestasi. Pertukaran pengalaman dan gagasan yang terjadi selama FGD menjadi salah satu nilai tambah yang memperkaya wawasan peserta.

Setelah jeda istirahat, kegiatan kembali dilanjutkan dengan dua sesi sparing debat berikutnya. Setiap sesi berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nilai akademik. Para peserta menunjukkan kemampuan analisis yang kuat serta keterampilan komunikasi yang baik dalam menyampaikan argumentasi dan sanggahan terhadap lawan debat.

Pada penghujung kegiatan, proses ajudikasi dilakukan oleh jajaran pimpinan organisasi dari ketiga institusi. Melalui sesi evaluasi tersebut, peserta memperoleh berbagai masukan konstruktif terkait teknik debat, penyusunan argumentasi, hingga penguatan substansi hukum. Evaluasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kemampuan akademiknya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan resmi. Meskipun dilaksanakan secara daring, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Interaksi yang terjalin sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antarmahasiswa hukum dapat tetap berjalan efektif meskipun tanpa pertemuan secara langsung.

Melalui pelaksanaan Study Comparative ini, KRD FH UMM berharap dapat terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa hukum di Indonesia. Kolaborasi bersama UKM Debat FH UNNES dan KDFH UB menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas mahasiswa hukum. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarkampus dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hukum serta kehidupan berbangsa dan bernegara. (TS)